Sabtu, 17 September 2016

pakaian adat dan rumah adat bali

Pakaian Adat dan Rumah Adat Bali Beserta Penjelasannya


Informasi Tentang Adat Istiadat di Bali

Bali memang terkenal dengan wisatanya, tapi apakah anda tahu jika ada hal lain yang menarik dari pulau dewata ini ? kali ini kita akan sedikit belajar bersama tentang adat yang ada di Bali seperti pakaian dan rumah adat khas Bali. simak ulasannya dibawah ini.
foto pakaian adat bali
foto  ig : @ewwa_rea
Ada beberapa jenis pakaian adat di Bali, jika dilihat sekilas memang pakaian pakaian tersebut terlihat sama, tapi jika dilihat dengan seksama ada perbedaan, yang membedakan pakaian adat Bali adalah asal daerah, jenis kelamin dan umur.
dengan melihat pakaian yang digunakan masyarakat bali dalam suatu acara tertentu, bisa kita lihat dan bedakan status ekonomi dan pernikahannya, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti apa nama pakaian adat Bali karena banyaknya jenis sesuai daerah asal pengguna tersebut.
secara umum pakaian adat untuk pria adalah :

  • ikat kepala atau dalam bahasa bali disebut Undeng
  • kain kampuh
  • kemben
  • sabuk dan perhiasan lainnya
  • selendang pengikat atau dalam bahasa bali disebut umpal.

dan sedangkan bagi wanita Bali, umumnya pakaian adat yang digunakan adalah :

  • sanggul
  • kemben songket
  • sabuk prada yang biasanya membelit bagian dada dan pinggang
  • selendang songket
  • kain tapih dan perhiasan lainnya.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Administrator Add Comment 5. Bali dan NT, Pakaian Adat Kamis, 04 Agustus 2016 Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini, dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas sehari-hari. Pakaian Adat Bali Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang mengenakan pakaian adat ini. Pakaian Adat Bali Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris pakaian tersebut dan kegunaannya. 1. Pakaian Adat Bali Pria Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh (saput), serta selendang pengikat (umpal). a. Udeng (Ikat Kepala) Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan memusatkan pikiran saat beribadah.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Administrator Add Comment 5. Bali dan NT, Pakaian Adat Kamis, 04 Agustus 2016 Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini, dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas sehari-hari. Pakaian Adat Bali Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang mengenakan pakaian adat ini. Pakaian Adat Bali Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris pakaian tersebut dan kegunaannya. 1. Pakaian Adat Bali Pria Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh (saput), serta selendang pengikat (umpal). a. Udeng (Ikat Kepala) Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan memusatkan pikiran saat beribadah. Pakaian Adat Bali Pria Udeng b. Baju Baju atau atasan yang digunakan dalam perlengkapan pakaian adat Bali adalah sebuah baju tertutup yang modelnya nyaris mirip baju safari. Kendati begitu, pada prinsipnya baju yang dipakai tidak memiliki aturan khusus, yang penting rapi, bersih, dan sopan. Pakaian Adat Bali anak anak c. Kamen Pria bali tidak menggunakan celana sebagai bawahan. Fungsi celana diganti dengan kamen atau kain sepanjang 2 meter dan lebar 1 meter. Kain ini diikatkan di pinggang melingkar dari kiri ke kanan. Ikatan tersebut melambangkan darma, sementara pemakaian yang tepi bawahnya harus sejengkal dari telapak kaki disertai ujung lancip yang menghadap ke bawah menyentuh tanah melambangkan bentuk penghormatan pada ibu pertiwi. d. Saput (Kampuh) Setelah kamen dipakai, ada 1 lagi kain penutup bagian bawah yang harus dikenakan. Kain tersebut bernama saput atau kampuh. Saput diikatkan di pinggang secara melingkar berlawanan arah jarum jam. Saput merupakain kain berdesain klasik yang lebih sering dipakai saat ibadah atau acara keagamaan. Tujuan penggunaannya adalah untuk menutupi lekuk tubuh dan aurat. e. Umpal (Selendang Pengikat) Untuk menguatkan kamen dan saput, digunakan selendang kecil berwarna kuning yang bernama umpal. Ikatan yang digunakan adalah ikatan dengan simpul hidup yang diletakan di sebelah kanan. Cara mengikat ini mengandung arti bahwa pria bali harus dapat mengendalikan semua hal buruk dari segala aktivitasnya. Pada acara tertentu seperti pernikahan, pakaian adat Bali untuk pria juga dilengkapi dengan aksesoris lainnya seperti keris, baju kemeja, jas, serta alas kaki. Pakaian Adat Pengantin Bali 2. Pakaian Adat Bali Wanita Sama dengan pakaian adat Bali pria, pakaian adat Bali wanita juga sarat dengan nilai-nilai filosofis keagamaan. Pakaian tersebut terdiri atas beberapa aksesoris yaitu kebaya, kamen, senteng atau selendang, bulang pasang, sanggul, dan bunga sebagai penghias rambut. a. Kebaya Atasan yang digunakan pada pakaian perempuan adat Bali adalah kebaya dengan motif sederhana dan warna cerah. Pemilihan kebaya dinilai dapat menonjolkan sisi kecantikan dan keanggunan wanita Bali. Adapun dalam keperluan ibadah, kebaya yang digunakan haruslah sopan dari sisi desain, rapi dan bersih.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Administrator Add Comment 5. Bali dan NT, Pakaian Adat Kamis, 04 Agustus 2016 Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini, dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas sehari-hari. Pakaian Adat Bali Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang mengenakan pakaian adat ini. Pakaian Adat Bali Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris pakaian tersebut dan kegunaannya. 1. Pakaian Adat Bali Pria Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh (saput), serta selendang pengikat (umpal). a. Udeng (Ikat Kepala) Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan memusatkan pikiran saat beribadah. Pakaian Adat Bali Pria Udeng b. Baju Baju atau atasan yang digunakan dalam perlengkapan pakaian adat Bali adalah sebuah baju tertutup yang modelnya nyaris mirip baju safari. Kendati begitu, pada prinsipnya baju yang dipakai tidak memiliki aturan khusus, yang penting rapi, bersih, dan sopan. Pakaian Adat Bali anak anak c. Kamen Pria bali tidak menggunakan celana sebagai bawahan. Fungsi celana diganti dengan kamen atau kain sepanjang 2 meter dan lebar 1 meter. Kain ini diikatkan di pinggang melingkar dari kiri ke kanan. Ikatan tersebut melambangkan darma, sementara pemakaian yang tepi bawahnya harus sejengkal dari telapak kaki disertai ujung lancip yang menghadap ke bawah menyentuh tanah melambangkan bentuk penghormatan pada ibu pertiwi. d. Saput (Kampuh) Setelah kamen dipakai, ada 1 lagi kain penutup bagian bawah yang harus dikenakan. Kain tersebut bernama saput atau kampuh. Saput diikatkan di pinggang secara melingkar berlawanan arah jarum jam. Saput merupakain kain berdesain klasik yang lebih sering dipakai saat ibadah atau acara keagamaan. Tujuan penggunaannya adalah untuk menutupi lekuk tubuh dan aurat. e. Umpal (Selendang Pengikat) Untuk menguatkan kamen dan saput, digunakan selendang kecil berwarna kuning yang bernama umpal. Ikatan yang digunakan adalah ikatan dengan simpul hidup yang diletakan di sebelah kanan. Cara mengikat ini mengandung arti bahwa pria bali harus dapat mengendalikan semua hal buruk dari segala aktivitasnya. Pada acara tertentu seperti pernikahan, pakaian adat Bali untuk pria juga dilengkapi dengan aksesoris lainnya seperti keris, baju kemeja, jas, serta alas kaki. Pakaian Adat Pengantin Bali 2. Pakaian Adat Bali Wanita Sama dengan pakaian adat Bali pria, pakaian adat Bali wanita juga sarat dengan nilai-nilai filosofis keagamaan. Pakaian tersebut terdiri atas beberapa aksesoris yaitu kebaya, kamen, senteng atau selendang, bulang pasang, sanggul, dan bunga sebagai penghias rambut. a. Kebaya Atasan yang digunakan pada pakaian perempuan adat Bali adalah kebaya dengan motif sederhana dan warna cerah. Pemilihan kebaya dinilai dapat menonjolkan sisi kecantikan dan keanggunan wanita Bali. Adapun dalam keperluan ibadah, kebaya yang digunakan haruslah sopan dari sisi desain, rapi dan bersih.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Administrator Add Comment 5. Bali dan NT, Pakaian Adat Kamis, 04 Agustus 2016 Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini, dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas sehari-hari. Pakaian Adat Bali Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang mengenakan pakaian adat ini. Pakaian Adat Bali Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris pakaian tersebut dan kegunaannya. 1. Pakaian Adat Bali Pria Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh (saput), serta selendang pengikat (umpal). a. Udeng (Ikat Kepala) Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan memusatkan pikiran saat beribadah. Pakaian Adat Bali Pria Udeng b. Baju Baju atau atasan yang digunakan dalam perlengkapan pakaian adat Bali adalah sebuah baju tertutup yang modelnya nyaris mirip baju safari. Kendati begitu, pada prinsipnya baju yang dipakai tidak memiliki aturan khusus, yang penting rapi, bersih, dan sopan. Pakaian Adat Bali anak anak c. Kamen Pria bali tidak menggunakan celana sebagai bawahan. Fungsi celana diganti dengan kamen atau kain sepanjang 2 meter dan lebar 1 meter. Kain ini diikatkan di pinggang melingkar dari kiri ke kanan. Ikatan tersebut melambangkan darma, sementara pemakaian yang tepi bawahnya harus sejengkal dari telapak kaki disertai ujung lancip yang menghadap ke bawah menyentuh tanah melambangkan bentuk penghormatan pada ibu pertiwi. d. Saput (Kampuh) Setelah kamen dipakai, ada 1 lagi kain penutup bagian bawah yang harus dikenakan. Kain tersebut bernama saput atau kampuh. Saput diikatkan di pinggang secara melingkar berlawanan arah jarum jam. Saput merupakain kain berdesain klasik yang lebih sering dipakai saat ibadah atau acara keagamaan. Tujuan penggunaannya adalah untuk menutupi lekuk tubuh dan aurat. e. Umpal (Selendang Pengikat) Untuk menguatkan kamen dan saput, digunakan selendang kecil berwarna kuning yang bernama umpal. Ikatan yang digunakan adalah ikatan dengan simpul hidup yang diletakan di sebelah kanan. Cara mengikat ini mengandung arti bahwa pria bali harus dapat mengendalikan semua hal buruk dari segala aktivitasnya. Pada acara tertentu seperti pernikahan, pakaian adat Bali untuk pria juga dilengkapi dengan aksesoris lainnya seperti keris, baju kemeja, jas, serta alas kaki. Pakaian Adat Pengantin Bali 2. Pakaian Adat Bali Wanita Sama dengan pakaian adat Bali pria, pakaian adat Bali wanita juga sarat dengan nilai-nilai filosofis keagamaan. Pakaian tersebut terdiri atas beberapa aksesoris yaitu kebaya, kamen, senteng atau selendang, bulang pasang, sanggul, dan bunga sebagai penghias rambut. a. Kebaya Atasan yang digunakan pada pakaian perempuan adat Bali adalah kebaya dengan motif sederhana dan warna cerah. Pemilihan kebaya dinilai dapat menonjolkan sisi kecantikan dan keanggunan wanita Bali. Adapun dalam keperluan ibadah, kebaya yang digunakan haruslah sopan dari sisi desain, rapi dan bersih.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya Administrator Add Comment 5. Bali dan NT, Pakaian Adat Kamis, 04 Agustus 2016 Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini, dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas sehari-hari. Pakaian Adat Bali Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang mengenakan pakaian adat ini. Pakaian Adat Bali Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris pakaian tersebut dan kegunaannya. 1. Pakaian Adat Bali Pria Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh (saput), serta selendang pengikat (umpal). a. Udeng (Ikat Kepala) Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan memusatkan pikiran saat beribadah.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar