Pakaian Adat dan Rumah Adat Bali Beserta Penjelasannya
Informasi Tentang Adat Istiadat di Bali
Bali memang terkenal dengan wisatanya, tapi apakah anda tahu
jika ada hal lain yang menarik dari pulau dewata ini ? kali ini kita akan
sedikit belajar bersama tentang adat yang ada di Bali seperti pakaian dan rumah
adat khas Bali. simak ulasannya dibawah ini.

foto ig : @ewwa_rea
Ada beberapa jenis pakaian adat di Bali, jika dilihat
sekilas memang pakaian pakaian tersebut terlihat sama, tapi jika dilihat dengan
seksama ada perbedaan, yang membedakan pakaian adat Bali adalah asal daerah,
jenis kelamin dan umur.
dengan melihat pakaian yang digunakan masyarakat bali dalam
suatu acara tertentu, bisa kita lihat dan bedakan status ekonomi dan
pernikahannya, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti apa nama pakaian
adat Bali karena banyaknya jenis sesuai daerah asal pengguna tersebut.
baca juga : tempat menarik di Bali yang wajib dikunjungi
secara umum pakaian adat untuk pria adalah :
- ikat kepala atau dalam bahasa bali disebut Undeng
- kain kampuh
- kemben
- sabuk dan perhiasan lainnya
- selendang pengikat atau dalam bahasa bali disebut umpal.
dan sedangkan bagi wanita Bali, umumnya pakaian adat yang
digunakan adalah :
- sanggul
- kemben songket
- sabuk prada yang biasanya membelit bagian dada dan pinggang
- selendang songket
- kain tapih dan perhiasan lainnya.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan
Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Administrator
Add Comment
5. Bali dan NT, Pakaian Adat
Kamis, 04 Agustus 2016
Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau
Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena
keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut
diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat
budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung
setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya
akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini,
dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus
dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas
sehari-hari.
Pakaian Adat Bali
Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang
oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas
sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang
mengenakan pakaian adat ini.
Pakaian Adat Bali
Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika
banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya
akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya
dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris
pakaian tersebut dan kegunaannya.
1. Pakaian Adat Bali Pria
Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara
umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa
aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh
(saput), serta selendang pengikat (umpal).
a. Udeng (Ikat Kepala)
Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya
perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang
digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan
acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara
untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif
batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah
depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan
memusatkan pikiran saat beribadah.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan
Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Administrator
Add Comment
5. Bali dan NT, Pakaian Adat
Kamis, 04 Agustus 2016
Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau
Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena
keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut
diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat
budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung
setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya
akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini,
dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus
dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas
sehari-hari.
Pakaian Adat Bali
Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang
oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas
sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang
mengenakan pakaian adat ini.
Pakaian Adat Bali
Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika
banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya
akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya
dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris
pakaian tersebut dan kegunaannya.
1. Pakaian Adat Bali Pria
Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara
umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa
aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh
(saput), serta selendang pengikat (umpal).
a. Udeng (Ikat Kepala)
Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya
perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang
digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan
acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara
untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif
batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah
depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan
memusatkan pikiran saat beribadah.
Pakaian Adat Bali Pria Udeng
b. Baju
Baju atau atasan yang digunakan dalam perlengkapan pakaian adat Bali
adalah sebuah baju tertutup yang modelnya nyaris mirip baju safari.
Kendati begitu, pada prinsipnya baju yang dipakai tidak memiliki aturan
khusus, yang penting rapi, bersih, dan sopan.
Pakaian Adat Bali anak anak
c. Kamen
Pria bali tidak menggunakan celana sebagai bawahan. Fungsi celana
diganti dengan kamen atau kain sepanjang 2 meter dan lebar 1 meter. Kain
ini diikatkan di pinggang melingkar dari kiri ke kanan. Ikatan tersebut
melambangkan darma, sementara pemakaian yang tepi bawahnya harus
sejengkal dari telapak kaki disertai ujung lancip yang menghadap ke
bawah menyentuh tanah melambangkan bentuk penghormatan pada ibu pertiwi.
d. Saput (Kampuh)
Setelah kamen dipakai, ada 1 lagi kain penutup bagian bawah yang harus
dikenakan. Kain tersebut bernama saput atau kampuh. Saput diikatkan di
pinggang secara melingkar berlawanan arah jarum jam. Saput merupakain
kain berdesain klasik yang lebih sering dipakai saat ibadah atau acara
keagamaan. Tujuan penggunaannya adalah untuk menutupi lekuk tubuh dan
aurat.
e. Umpal (Selendang Pengikat)
Untuk menguatkan kamen dan saput, digunakan selendang kecil berwarna
kuning yang bernama umpal. Ikatan yang digunakan adalah ikatan dengan
simpul hidup yang diletakan di sebelah kanan. Cara mengikat ini
mengandung arti bahwa pria bali harus dapat mengendalikan semua hal
buruk dari segala aktivitasnya.
Pada acara tertentu seperti pernikahan, pakaian adat Bali untuk pria
juga dilengkapi dengan aksesoris lainnya seperti keris, baju kemeja,
jas, serta alas kaki.
Pakaian Adat Pengantin Bali
2. Pakaian Adat Bali Wanita
Sama dengan pakaian adat Bali pria, pakaian adat Bali wanita juga sarat
dengan nilai-nilai filosofis keagamaan. Pakaian tersebut terdiri atas
beberapa aksesoris yaitu kebaya, kamen, senteng atau selendang, bulang
pasang, sanggul, dan bunga sebagai penghias rambut.
a. Kebaya
Atasan yang digunakan pada pakaian perempuan adat Bali adalah kebaya
dengan motif sederhana dan warna cerah. Pemilihan kebaya dinilai dapat
menonjolkan sisi kecantikan dan keanggunan wanita Bali. Adapun dalam
keperluan ibadah, kebaya yang digunakan haruslah sopan dari sisi desain,
rapi dan bersih.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan
Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Administrator
Add Comment
5. Bali dan NT, Pakaian Adat
Kamis, 04 Agustus 2016
Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau
Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena
keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut
diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat
budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung
setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya
akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini,
dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus
dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas
sehari-hari.
Pakaian Adat Bali
Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang
oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas
sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang
mengenakan pakaian adat ini.
Pakaian Adat Bali
Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika
banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya
akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya
dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris
pakaian tersebut dan kegunaannya.
1. Pakaian Adat Bali Pria
Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara
umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa
aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh
(saput), serta selendang pengikat (umpal).
a. Udeng (Ikat Kepala)
Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya
perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang
digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan
acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara
untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif
batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah
depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan
memusatkan pikiran saat beribadah.
Pakaian Adat Bali Pria Udeng
b. Baju
Baju atau atasan yang digunakan dalam perlengkapan pakaian adat Bali
adalah sebuah baju tertutup yang modelnya nyaris mirip baju safari.
Kendati begitu, pada prinsipnya baju yang dipakai tidak memiliki aturan
khusus, yang penting rapi, bersih, dan sopan.
Pakaian Adat Bali anak anak
c. Kamen
Pria bali tidak menggunakan celana sebagai bawahan. Fungsi celana
diganti dengan kamen atau kain sepanjang 2 meter dan lebar 1 meter. Kain
ini diikatkan di pinggang melingkar dari kiri ke kanan. Ikatan tersebut
melambangkan darma, sementara pemakaian yang tepi bawahnya harus
sejengkal dari telapak kaki disertai ujung lancip yang menghadap ke
bawah menyentuh tanah melambangkan bentuk penghormatan pada ibu pertiwi.
d. Saput (Kampuh)
Setelah kamen dipakai, ada 1 lagi kain penutup bagian bawah yang harus
dikenakan. Kain tersebut bernama saput atau kampuh. Saput diikatkan di
pinggang secara melingkar berlawanan arah jarum jam. Saput merupakain
kain berdesain klasik yang lebih sering dipakai saat ibadah atau acara
keagamaan. Tujuan penggunaannya adalah untuk menutupi lekuk tubuh dan
aurat.
e. Umpal (Selendang Pengikat)
Untuk menguatkan kamen dan saput, digunakan selendang kecil berwarna
kuning yang bernama umpal. Ikatan yang digunakan adalah ikatan dengan
simpul hidup yang diletakan di sebelah kanan. Cara mengikat ini
mengandung arti bahwa pria bali harus dapat mengendalikan semua hal
buruk dari segala aktivitasnya.
Pada acara tertentu seperti pernikahan, pakaian adat Bali untuk pria
juga dilengkapi dengan aksesoris lainnya seperti keris, baju kemeja,
jas, serta alas kaki.
Pakaian Adat Pengantin Bali
2. Pakaian Adat Bali Wanita
Sama dengan pakaian adat Bali pria, pakaian adat Bali wanita juga sarat
dengan nilai-nilai filosofis keagamaan. Pakaian tersebut terdiri atas
beberapa aksesoris yaitu kebaya, kamen, senteng atau selendang, bulang
pasang, sanggul, dan bunga sebagai penghias rambut.
a. Kebaya
Atasan yang digunakan pada pakaian perempuan adat Bali adalah kebaya
dengan motif sederhana dan warna cerah. Pemilihan kebaya dinilai dapat
menonjolkan sisi kecantikan dan keanggunan wanita Bali. Adapun dalam
keperluan ibadah, kebaya yang digunakan haruslah sopan dari sisi desain,
rapi dan bersih.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan
Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Administrator
Add Comment
5. Bali dan NT, Pakaian Adat
Kamis, 04 Agustus 2016
Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau
Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena
keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut
diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat
budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung
setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya
akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini,
dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus
dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas
sehari-hari.
Pakaian Adat Bali
Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang
oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas
sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang
mengenakan pakaian adat ini.
Pakaian Adat Bali
Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika
banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya
akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya
dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris
pakaian tersebut dan kegunaannya.
1. Pakaian Adat Bali Pria
Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara
umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa
aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh
(saput), serta selendang pengikat (umpal).
a. Udeng (Ikat Kepala)
Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya
perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang
digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan
acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara
untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif
batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah
depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan
memusatkan pikiran saat beribadah.
Pakaian Adat Bali Pria Udeng
b. Baju
Baju atau atasan yang digunakan dalam perlengkapan pakaian adat Bali
adalah sebuah baju tertutup yang modelnya nyaris mirip baju safari.
Kendati begitu, pada prinsipnya baju yang dipakai tidak memiliki aturan
khusus, yang penting rapi, bersih, dan sopan.
Pakaian Adat Bali anak anak
c. Kamen
Pria bali tidak menggunakan celana sebagai bawahan. Fungsi celana
diganti dengan kamen atau kain sepanjang 2 meter dan lebar 1 meter. Kain
ini diikatkan di pinggang melingkar dari kiri ke kanan. Ikatan tersebut
melambangkan darma, sementara pemakaian yang tepi bawahnya harus
sejengkal dari telapak kaki disertai ujung lancip yang menghadap ke
bawah menyentuh tanah melambangkan bentuk penghormatan pada ibu pertiwi.
d. Saput (Kampuh)
Setelah kamen dipakai, ada 1 lagi kain penutup bagian bawah yang harus
dikenakan. Kain tersebut bernama saput atau kampuh. Saput diikatkan di
pinggang secara melingkar berlawanan arah jarum jam. Saput merupakain
kain berdesain klasik yang lebih sering dipakai saat ibadah atau acara
keagamaan. Tujuan penggunaannya adalah untuk menutupi lekuk tubuh dan
aurat.
e. Umpal (Selendang Pengikat)
Untuk menguatkan kamen dan saput, digunakan selendang kecil berwarna
kuning yang bernama umpal. Ikatan yang digunakan adalah ikatan dengan
simpul hidup yang diletakan di sebelah kanan. Cara mengikat ini
mengandung arti bahwa pria bali harus dapat mengendalikan semua hal
buruk dari segala aktivitasnya.
Pada acara tertentu seperti pernikahan, pakaian adat Bali untuk pria
juga dilengkapi dengan aksesoris lainnya seperti keris, baju kemeja,
jas, serta alas kaki.
Pakaian Adat Pengantin Bali
2. Pakaian Adat Bali Wanita
Sama dengan pakaian adat Bali pria, pakaian adat Bali wanita juga sarat
dengan nilai-nilai filosofis keagamaan. Pakaian tersebut terdiri atas
beberapa aksesoris yaitu kebaya, kamen, senteng atau selendang, bulang
pasang, sanggul, dan bunga sebagai penghias rambut.
a. Kebaya
Atasan yang digunakan pada pakaian perempuan adat Bali adalah kebaya
dengan motif sederhana dan warna cerah. Pemilihan kebaya dinilai dapat
menonjolkan sisi kecantikan dan keanggunan wanita Bali. Adapun dalam
keperluan ibadah, kebaya yang digunakan haruslah sopan dari sisi desain,
rapi dan bersih.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Home » 5. Bali dan NT » Pakaian Adat » Pakaian Adat Bali Pria dan
Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita, Gambar, beserta Penjelasannya
Administrator
Add Comment
5. Bali dan NT, Pakaian Adat
Kamis, 04 Agustus 2016
Pakaian adat Bali - Di seluruh dunia, Bali dikenal dengan julukan Pulau
Dewata. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan. Selain karena
keindahan panorama alamnya yang nyaris seperti surga, julukan tersebut
diberikan juga karena masyarakat Bali sangat kuat dalam memegang erat
budaya nenek moyangnya. Meski ratusan ribu orang datang untuk berkunjung
setiap tahun, masyarakat Bali tak pernah mengenal yang namanya
akulturasi budaya. Budaya bali yang murni tetap lestari hingga kini,
dibuktikan salah satunya oleh eksistensi pakaian adat bali yang terus
dikenakan oleh masyarakatnya dalam peribadatan dan aktivitas
sehari-hari.
Pakaian Adat Bali
Pakaian adat Bali lazimnya memang dikenakan hanya pada saat sembahyang
oleh para pemeluk Hindu di Bali. Kendati demikian, dalam aktivitas
sehari-hari tak jarang pula kita temukan orang-orang Bali yang
mengenakan pakaian adat ini.
Pakaian Adat Bali
Tidak ada nama khusus dari pakaian adat Bali. Oleh karena itu, ketika
banyak orang luar menanyakan tentang hal ini, orang-orang Bali umumnya
akan kebingungan. Mereka hanya akan menyebut pakaian yang dikenakannya
dengan nama “pakaian adat Bali” seraya menjelaskan nama-nama aksesoris
pakaian tersebut dan kegunaannya.
1. Pakaian Adat Bali Pria
Yang pertama, mari kita bahas tentang pakaian adat Bali pria. Secara
umum para pria Bali mengenakan pakaian yang terdiri dari beberapa
aksesoris yang di antaranya ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh
(saput), serta selendang pengikat (umpal).
a. Udeng (Ikat Kepala)
Salah satu yang khas dari pakaian adat pria Bali adalah adanya
perlengkapan udeng. Udeng adalah sebuah penutup kepala dari kain yang
digunakan untuk ibadah dan untuk aktivitas sehari-hari. Untuk ibadah dan
acara keagamaan, udeng yang digunakan adalah udeng putih, sementara
untuk aktivitas sehari-hari udeng yang digunakan adalah udeng bermotif
batik. Bentuk udeng yang unik dengan adanya simpul di bagian tengah
depan menyimbolkan bahwa pemakainya harus dapat berpikir jernih dan
memusatkan pikiran saat beribadah.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar